Porto
  • Profil
    • SEJARAH
    • KATA SAMBUTAN
    • Visi dan Misi
    • STRUKTUR ORGANISASI BIRO PEMERINTAHAN DAN OTDA
    • PROFIL KEPALA BIRO PEMOTDA SETDA PROVINSI BANTEN
    • PROFIL PEJABAT STRUKTURAL BIRO PEMOTDA SETDA PROVINSI BANTEN
    • TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIRO
  • PPID
    • INFORMASI BERKALA
    • INFORMASI SERTA MERTA
    • INFORMASI SETIAP SAAT
    • PROFIL SINGKAT PPID
    • Visi Misi PPID
    • STRUKTUR PPID
    • TUGAS DAN FUNGSI PPID
    • SOP PPID
    • Permohonan Informasi
    • Website Bantenprov
    • Whistle Blowing System
    • Banten Satudata
    • SAMBAT (Samsat Banten Hebat)
    • E-Banten
  • Berita
  • LAYANAN PUBLIK
    • ALUR PERMOHONAN INFORMASI PUBLIK
    • PROSEDUR LAYANAN INFORMASI MELALUI WEBSITE PPID
    • PROSEDUR PELAYANAN KEBERATAN INFORMASI PUBLIK
    • PERMOHONAN INFORMASI ONLINE
    • PERMOHONAN PENGAJUAN KEBERATAN ONLINE
    • FORMULIR PERMOHONAN INFORMASI
    • FORMULIR KEBERATAN INFORMASI PUBLIK
    • SP4N LAPOR
  • USULAN DOB
    • Calon Kabupaten Cilangkahan
    • Calon Kabupaten Cibaliung
    • Calon Kabupaten Caringin
  • GALLERY
  • Program dan Kegiatan
  • SAKIP

Diversifikasi Pangan: Solusi Cerdas Kurangi Ketergantungan pada Beras

Diversifikasi Pangan: Solusi Cerdas Kurangi Ketergantungan pada Beras

 29 Aug 2025   3628 dilihat
Sumber Gambar : Diversifikasi Pangan. Design by Freepik.

Di Banten, beras seringkali dianggap sebagai satu-satunya makanan pokok. Bahkan, banyak dari kita yang merasa "belum makan” kalau belum mengonsumsi nasi.  

Tapi tahukah kamu, terlalu bergantung pada satu jenis makanan pokok seperti beras bisa menjadi tantangan untuk ketahanan pangan nasional?

Inilah mengapa diversifikasi pangan menjadi langkah cerdas yang perlu diterapkan.

Menurut Badan Pusat Statistik 2024, rata-rata konsumsi beras di Banten dalam seminggu mencapai lebih dari 12 ribu.

Angka ini jauh diatas rata-rata pangan beras nasional jika dihitung dalam setahun.

Ketergantungan pada beras yang berlebihan bisa berdampak pada kerentanan pangan jika suatu saat gagal panen atau adanya gangguan pada distribusi beras. 

Selain itu, pola makan yang terlalu berfokus pada nasi menyebabkan kurangnya variasi gizi.

Di samping itu, ketergantungan pada beras juga membebani anggaran negara karena dalam case ini Indonesia masih sering impor beras untuk menutupi kebutuhan dalam negeri.

Apa Itu Diversifikasi Pangan?

Diversifikasi pangan merupakan upaya meningkatkan ketersediaan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, dan berbasis pangan lokal untuk mengatasi ketergantungan pada jenis pangan tertentu.

Diversifikasi pangan dilakukan agar masyarakat mendapatkan kualitas pangan yang baik, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan memanfaatkan kekayaan sumber daya pangan lokal.

Diversifikasi pangan juga kaya akan karbohidrat seperti:

  • Ubi jalar, untuk kesehatan mata dan pencernaan.
  • Singkong, sebagai pengganti tepung terigu.
  • Jagung, sebagai cemilan sehat.
  • Sagu, sebagai sumber karbohidrat.
  • Talas dan kentang, pengganti nasi untuk penderita diabetes.

Tantangan Diversifikasi Pangan

Hal yang paling diutamakan dalam diversifikasi pangan adalah pola pikir masyarakat.

Hal ini dikarenakan selama masih ada pemikiran bahwa “makan harus nasi” maka program ini akan sulit untuk berhasil.

Oleh karena itu, diperlukan adanya kampanye secara berkelanjutan melalui sekolah, media sosial, hingga gerakan pemerintah melalui Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Melakukan diversifikasi pangan bukan berarti berhenti untuk makan nasi, tetapi memulai membiasakan diri dengan sumber pangan lokal yang ada di lingkungan sekitar.

(Nadila Alsadila/MGNG)

Sumber:

  • bps.go.id
  • satudata.badanpangan.go.id

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Pemprov Banten Terapkan Belajar dari Rumah Selama 3 Hari Mulai 7 September
  • Prihatin Atas Musibah KH Ahmad Fudholi, Wagub Dimyati: Mari Doakan Beliau Segera Pulih
  • Pemerintah Provinsi Banten Terapkan PJJ di Seluruh Satuan Pendidikan Selama 3 Hari
  • Lindungi Siswa dari Ancaman ISPA Vulkanik, Gubernur Banten Andra Soni Perpanjang PJJ
  • Pantau Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Andra Soni: Prioritas Utama Keselamatan Masyarakat
  • Gubernur Banten Andra Soni Minta Penataan Kabel SJUT Selaras dengan Program Indonesia Asri
  • Wagub Dimyati: Perubahan APBD Banten 2026 Diarahkan untuk Kesejahteraan Masyarakat
  • Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Gabungan 19 Negara, Gubernur Andra Soni: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
  • Wujudkan Pemerintahan Modern, Gubernur Banten Andra Soni Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan
  • BAZNAS Provinsi Banten Sosialisasikan Pengelolaan ZIS DSKL di 8 Kabupaten/Kota
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: 262
Pengunjung Kemarin: 270
Pengunjung Bulan ini: 32.880
Total Hits: 396.024
Total Pengunjung: 3.587.218

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.